Daily Life of Cho’s Couple (drabble series nine)


Di satu waktu senggang dan luang. Saat Kyuhyun tidak bekerja dan istrinya cantiknya sedang tidak ada, ia biasanya ngumpul bareng bersama teman-temannya, atau istilah kerennya ‘nongkrong’.

Sewaktu muda, Kyuhyun tidak pernah ikut geng manapun, ia juga tidak pernah tergabung dalam sebuah klub. Sahabatpun, jumlahnya hanya tiga; Changmin, Minho dan Leeteuk—dan tiga per tiga dari sahabatnya ini tidak waras alias sedikit gesrek. Daripada mengajarkan kebaikan, sahabat-sahabat Kyuhyun ini lebih banyak mengajarinya tentang keburukan. Walau begitu, Kyuhyun tetap senang jika sudah dekat-dekat dengan mereka.

Seperti saat ini misalnya; hari minggu, di cafe tempat nongkrong langganan mereka. Kyuhyun, Changmin, Minho dan Leeteuk duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Jika ditelisik dari kacamata orang awam, orang-orang pasti berpikir kalau mereka adalah empat pria tampan, menawan dan mapan yang sedang melajang.

Percayalah, bahwa kebanyakan apa yang terlihat dari luar tampak menipu apa yang sebenarnya ada di dalam.

Meski mereka tak mengelak jika dikatakan tampan, menawan dan mapan, tapi mereka sebenarnya sudah beristri—cantik-cantik lagi. Apalagi, tiga di antara mereka sudah memiliki buah hati; yang mana Changmin memiliki sepasang anak kembar yang mewarisi eyesmile menawannya, sementara Minho memiliki seorang putri yang yah bisa dibilang sedikit tomboy dan humoris seperti dirinya, sementara Leeteuk memiliki seorang putera yang agak hiperaktif. Kyuhyun sendiri sedang menyusul sahabat-sahabatnya, sebab ia sedang menjalani peran sebagai calon ayah. Istrinya, Cho Seohyun, sedang hamil tiga minggu. Tidak seperti istri-istri kebanyakan, Seohyun tidak merasakan mual atau muntah-muntah seperti ibu-ibu hamil yang lain. Sebagai gantinya, justru sang suami yang merasakan morning sickness setiap pagi menggantikan sang istri.

Saat Kyuhyun bercerita tentang hal ini, Leeteuk merasa prihatin saat mendengarnya. Tapi ia tidak bisa berhenti tertawa karena Changmin dan Minho sudah lebih dulu terpingkal-pingkal di awal cerita. Menurut mereka, kejadian langka seperti ini mungkin terjadi karena Kyuhyun yang tampak jauh lebih keibuan dari sang istri. Dan atas komentarnya ini, Kyuhyun tak segan memelototi mereka bertiga sambil mengacungkan jari tengah dan mengucap sumpah serapah yang sebenarnya tabu bagi bibir suci Kyuhyun untuk mengucapkannya—tapi sekali-sekali mungkin tak masalah—pikir Kyuhyun kala itu.

Setelah Kyuhyun, Leeteuk lanjut bercerita. Kisahnya tidak pernah jauh dari seputar kehidupan putera hiperaktif dan istri cantiknya yang aneh tapi pendiam. Leeteuk sedikit mengeluh soal kelakuan puteranya yang tidak terkontrol akhir-akhir ini. Lee Park—putera Leeteuk yang berusia empat tahun itu merusak miniatur gedung pencakar langit rancangannya. Padahal menurut rencana, rancangan gedung itu akan ia serahkan segera ke sebuah perusahaan ternama.

“Gara-gara Lee Park, aku harus begadang tujuh hari tujuh malam untuk memperbaiki miniatur itu dari awal. Ruang kerjaku jadi beraroma kopi dan aku harus puasa menyentuh Taeyeon selama seminggu. Itu benar-benar minggu yang mengerikan.”

Minho menepuk-nepuk punggung Leeteuk dengan prihatin, namun tidak bisa menyembunyikan cengiran geli di bibirnya.

“Aku mengerti perasaanmu, Kawan. Anak kembarku juga parah seperti anakmu. Kau tahu kan, kalau aku tidak masalah kalau dibully oleh Victoria. Soalnya dia imut-imut galak ngegemesin—”

Kyuhyun dan Leeteuk berusaha menahan muntah meraka saat mendengar ini—untuk jaga perasaan sahabat lah ya, tapi Minho secara terang-terangan mengernyitkan hidungnya, tapi laki-laki itu masih cukup sopan untuk tidak mengomentari apapun.

“Apalagi kalau bullyan nya sudah keterlaluan, aku pasti akan menciumnya lalu menghukumnya dengan menindih tubuh—”

“Tidak perlu dijelaskan terlalu detail, Min. Potong saja bagian mesumnya dan lanjutkan curhatanmu, oke?”

Merasa dipelototi, Changmin tertawa cengengesan, sambil menggaruk belakang kepalanya ia melanjutkan.

“Tapi sekarang, bukan cuma Victoria, dua anak kembarku juga ikut-ikutan membully-ku. Aku tidak bisa menghukum mereka seperti yang kulakukan pada Victoria, tentu saja. Tapi wibawaku sebagai Ayah sekarang dipertanyakan karena ada tiga orang yang membully-ku saat di rumah.”

“Omong-omong, hyung. Wibawamu sebagai Ayah memang sudah dipertanyakan dari dulu, jadi kurasa itu bukan masalah yang besar.”

“Oh, sialan kau, Minho. Setidaknya bersimpatilah terhadap penderitaanku.”

Changmin memukul Minho main-main, lalu mendengus kesal dan meminum sisa kopinya hingga tandas. Kyuhyun menyeringai, sementara Leeteuk terkekeh saat melihatnya.

Saat sesi curhat Minho hendak dimulai, ponsel Kyuhyun tiba-tiba bergetar. Nama ‘My Beautiful Angel’ tertera di layar, membuat Kyuhyun tanpa ragu-ragu mengangkat sambungan.

Hello, Angel~”

Leeteuk, Minho dan Changmin berlagak muntah saat mendengarnya. Kyuhyun memutar mata, sebisa mungkin menghindari tatapan mengejek yang dilayangkan ketiga sahabatnya.

Oh, Kyuhyun-oppa~ Kau ada di mana? Aku sudah selesai dengan pekerjaanku. Apa kau akan pergi untuk menjemputku di toko? Kalau kau sibuk, nanti aku telpon taksi supaya tidak merepotkanmu.”

“Aih, tidak apa-apa, Angel. Aku sedang senggang, kok. Sekarang cuma nongkrong dengan teman-teman. Aku bisa berangkat sekarang untuk menjemputmu. Kau tinggal tunggu saja di depan toko, oke?”

Oke, dan oh, omong-omong, jika teman-teman nongkrong yang kau maksud adalah Leeteuk, Minho dan Changmin. Aku yakin kalian sedang minum kopi murahan sambil curhat soal kehidupan. Aku benar-benar penasaran apakah semua suami di dunia ini suka nongkrong sambil curhat seperti kalian, hahaha~”

Kyuhyun mendesah sambil memijat pangkal hidungnya saat mendengar sang istri yang terkekeh di telpon.

“Hanya si pelit Minho yang membeli kopi murahan, Angel. Kami hanya berbagi cerita seperti biasa, kok. Dan jangan tertawa, Angel. Memangnya laki-laki tidak boleh saling curhat ya? Pokoknya lima belas menit lagi aku akan sampai di toko, akan kuhukum kau karena tertawa, mengerti?”

Ya ampun, Kyuhyun~ Kau benar-benar tidak seru diajak bercanda haha~ Ya sudah, aku tunggu kedatanganmu Oppa~”

Setelah sambungan terputus, Kyuhyun menyimpan ponselnya ke saku mantel. Leeteuk, Minho dan Changmin hanya mengangguk sekilas saat Kyuhyun pamit terlebih dahulu. Lonceng cafe berdenting nyaring ketika Kyuhyun keluar, diam-diam ia menyeringai.

Dingin-dingin begini, rasanya sungguh tidak sabar bagi Kyuhyun untuk mengecup bibir sang istri. Hitung-hitung sebagai hukuman Seohyun atas tawa mengejeknya di telpon tadi.

Jika beruntung, Kyuhyun mungkin bisa mendapatkan lebih dari sekedar kecupan.

Dengan istri sendiri, siapa yang bisa melarang bukan?

END

Wow sudah selama apa saya menelantarkan fanfict ini?

Oh, iya. Chapt depan itu chapt terakhir loh. Jadi saya ngga lanjutin ff ini sampai anak mereka lahiran. Soalnya di versi aslinya, ff jihan ini emang ga saya lanjutin karena minim peminat (T,T)

Nanti akan saya post ff series yang lain sebagai pengganti series ini. series yang berikutnya ngambil tema anak sekolahan /lagi/ dan itu dari ff saya di ffn dan wattpad yang cast aslinya 2jae got7

 

 

MY STORY – SEOHYUN SIDE


Title                 :    You

Author             :    Aulia_SeoKyu

Ratting            :    PG

Genre              :   Marriage Life, Romance

Main cast        :

–   Seohyun Girls’ Generation  a.k.a     Seo Joo Hyun

–   Kyuhyun Super Junior         a.k.a     Cho Kyuhyun

Hallo semuanya, maaf ya aku malah bawa Ficlet gaze yang entah bagaimana ceritanya malam tadi nulis begitu ajah di word yang ada di hp

Yang namanya ficlet tentu tidak akan sepanjang FF, jadi jangan komentar kalau cerita ini pendek karena memang niatnya bikin yang pendek – pendek ajah supaya bisa update walau ga tentu juga sih hehehe daripada wp nya sepi aku share juga disini yaa karena sebenernya aku udah share di wp atau wattpad aku

.

.

.

.

Mencintai itu bukan aku atau dia, tetapi kita

Karna kita itu berarti kesalahan tidak ada di aku atau dia

Karna kita adalah satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain

 

Aku tidak tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap diriku, karna aku tidak bisa menjelaskan seberapa besar aku mencintainya, dan seberapa besar pengaruh kehadirannya dalam hidupku

Yang aku tahu, aku sangat mencintainya dan tidak bisa hidup jauh dari jangkauannya karena ketika dia pergi meskipun hanya sebentar, aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam diriku

“Kenapa melamun seorang diri di balkon ketika udara terasa begitu dingin heum ?”aku tersenyum saat seseorang memeluk tubuhku dari belakang dengan sebuah selimut yang menghangatkan tubuhku, tubuh kami berdua

“Kau tahu, itu tidak baik untuk kesehatan dan janin dalam perutmu Sayang”lanjutnya kembali yang lagi – lagi membuatku tersenyum mendengar ucapan penuh perhatian darinya

“Umm~ tetapi Baby Cho sangat ingin melihat salju, Kyuhyun Appa”meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya, tetapi aku tahu jika saat ini seseorang yang memeluk tubuhku dari belakang tengah tersenyum

“Kau selalu bisa menggunakan Baby Cho sebagai alasanmu, Nyonya Cho”aku terkekeh dan menggenggam tangannya yang berada dipermukaan perutku yang sedikit membuncit

“Dan kau tidak bisa menolak apapun yang aku inginkan jika itu menyangkut Baby Cho”seruku yang langsung dibalas dengan sebuah anggukkan olehnya

“Umm~ kau benar, aku memang tidak pernah bisa menolak apapun yang kau dan Baby Cho inginkan”jawabnya

“Karena kau mencintai kami”seruku dengan percaya diri

“Sangat mencintaimu”ralatnya, aku terkekeh

 

Aku belum memperkenalkan pria yang memeluk tubuhku bukan, dia adalah Cho Kyuhuun dan dia adalah suamiku dan calon ayah dari janin yang tengah aku kandung saat ini

Mengapa janin ? Karna usianya masih 8 minggu dan aku tidak bisa mengatakan bahwa dia adalah bayi karena ukurannya yang masih kecil

Jika kalian berpikir bahwa pernikahanku berjalan karena sebuah perjodohan, maka kalian salah besar karena sebenarnya kami berdua menikah atas nama cinta

Kami bertemu ketika kami berada di univeristas yang sama, dan memutuskan untuk berkencan ketika kami dipertemukan dalam suatu acara amal yang sering diadakan untuk beberapa perusahaan besar, sebelum kemudian aku memutuskan berhenti dari perusahaanku dan bergabung dengan perusahaan Kyuhyun sebagai sekretarisnya

Kami hanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama dua tahun, kemudian memutuskan menikah mengingat umur kami yang sudah cukup matang dalam membina sebuah rumah tangga

Saat menikah, usiaku 27 tahun dan saat ini umurku sudah meninjak angka 28 tahun sedangkan suamiku terpaut tiga tahun lebih tua dariku jadi kalian bisa menghitungnya sendiri bukan

“Apakah melamun menjadi hobi barumu heum ?” tanya Kyuhyun yang membuatku tersadar dan menggeleng lemah

“Aniya~”jawabku

“Lalu dari tadi apa yang tengah kau lakukan jika bukan melamun ?”aku segera membalikkan tubuhku untuk menatapnya dan tangannya masih setia melingkar dipinggangku

“Aku tidak melamun, sungguh”ucapku menatap dalam netra matanya yang berwarna hitam pekat

“Aku hanya tengah memikirkan kau dan aku, itu saja”jelasku kemudian

“Aku ?”tanyanya mencoba memastikan

“Umm~ Oppa”seruku dengan senyuman

“Memangnya apa yang tengah kau pikirkan tentangku sehingga melamun seperti itu ?”tanyanya seraya menyampirkan helaian rambutku yang tersapu angin ke belakang telinga

“Aku merasa seperti diabaikan saat kau hanya diam dan asyik dengan duniamu”komentar Kyuhyun, aku tersenyum

“Oppa tidak perlu merasa diabaikan, karena dunia yang Oppa maksudkan sudah pasti ada Oppa di dalam sana. Karena dunia Seo Joo Hyun adalah dunianya Cho Kyuhyun”ucapku dengan mengelus sayang pipinya dengan salah satu tanganku yang bebas

“Aku bersyukur menikah dan memiliki Oppa dalam hidupku”seruku

“Aku jauh lebih bersyukur karna Tuhan mengirimkan kau menjadi teman hidupku, yang akan selalu berada disampingku sampai nanti kita menua bersama”ucap Kyuhyun menggenggam erat tanganku yang berada dipipinya

“Saranghae~”serunya seraya mencium punggung tanganku yang digenggamnya, aku tersenyum bahagia

“Aku juga mencintaimu, Cho Appa”balasku

 

Aku menutup kedua mataku saat Kyuhyun mendekatkan wajahnya padaku, membuatku bisa merasakan deru nafasnya yang menerpa permukaan wajahku

Ku rasakan bibir Kyuhyun bergerak lembut diatas bibirku, mengirimkan getaran hangat pada tubuhku

Kedua tanganku terangkat dan melingkar sempurna pada leher Kyuhyun, menggerakkan bibirku mengikuti gerakan bibir Kyuhyun

Kyuhyun melepaskan ciumannya membiarkanku mengambil napas,m ata setengah bulat Kyuhyun memperhatikan bagaimana kelopak mataku perlahan terbuka

Kedua pipiku bersemu merah dan juga bibir merahku membenkak karena perbuatan Kyuhyun saat menciumku

“Aku mencintaimu Seohyun, sangat mencintaimu”bisiknya lembut tepat di telingaku, lalu kembali membungkam mulutku dengan ciumannya

Kyuhyun memperdalam ciumannya dengan menggerakkan kepalanya ke kanan, ke kiri untuk mencari posisi yang lebih dalam

Tangannya mulai meremas pelan pinggangku dan tanganku yang tadi ada di lehernya beralih ke tengkuk dan meremas rambut belakangnya, ikut memperdalam ciuman kami

“Kau begitu memabukkan sayang dan aku sangat menginginkanmu”ucap Kyuhyun setelah mengakhiri ciuman kami

“Asalkan itu tidak menyakiti Baby Cho, aku mengizinkanmua”ucapku dan ku lihat senyuman langsung terbit di wajahnya

Tanpa menunggu waktu lebih lama, Kyuhyun langsung mengangkat tubuhku ala brida style dan membawaku menuju ke kamar

“Aku tidak akan menyakitimu, janji”aku tersenyum dan mengangguk yakin

“Aku selalu mempercayai Oppa”ucapku